Selasa, 20 September 2011

PELANGI SENJA

Teruntuk jiwa yang gaduh, riuh bergemuruh. 
Teruntuk sekepingan hati yang sunyi kekeringan, kemari dengarkanlah..
Sejenak saja, hentikan usahamu menyalahkan diri..
Mari kemari, meski engkau terdakwa tersalah didunia ini, 
Meski engkau telah menjauh sejauh jauhnya..
Mari kemari, kembalilah..

Merebahlah..
Istirahatkanlah hatimu,
Sejenak hentikan usahamu melawan ketetapan Nya. 
Rayulah nuranimu, bisikan kepadanya bahwa "Dunia ini hanya sebentar, sebentar saja..
Tak usahlah engkau menangis untuknya. Karena, dia - dan semua - akan engkau campakan seusai upacara penguburan jasadmu".

Kecewa itu Pasti, tapi Ikhlas Lebih Berarti

Sesuatu yang tidak menyenangkan atau sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, pasti akan menimbulkan rasa kecewa di dalam hati. Rasa yang bagi semua orang tidak menginginkannya, termasuk diriku. Ingin rasanya aku lempar sejauh mungkin dan berharap rasa itu tak akan pernah kembali lagi di dalam hatiku. Ingin rasanya aku berteriak sekeras-kerasnya dan berharap akan segera reda dalam sekejap saja.
Kamis, 01 September 2011

Mengapa Hatimu Begitu Keras Dan Hidupmu Terasa Kacau?


Dunia, lagi- lagi dunia, mengeraskan hati bagi jiwa- jiwa yang lalai. Menundukkan ketegaran bagi pemegang iman yang lemah dan mengacaukan pikir manusia berhati gersang.

Episode selanjutnya, adalah kesempitan dada, hidup penuh dengan goncangan, dan tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Betapa kasihannya manusia seperti ini. Ibarat tenggelam dalam lautan luas tanpa batas, dia sama sekali tidak memiliki pegangan apapun, sampai akhirnya dia tenggelam dan... mati.

Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta'ala. Dan neraka adalah diciptakan untuk melunakkan hati yang keras.

Tengoklah betapa hati yang keras begitu sangat kering dan merongrong hidup manusia tersebut terus-menerus, sedang kegundahannya muncul terhadap segala sesuatu. Jiwanya pun terasa kosong, sehingga bagian tubuhnya yang lain ikut bercermin kepadanya.

Dengarkan lisannya. Dia bergerak tanpa berpikir. Bagai menyebar bulu keluar dijalan, sehingga dalam beberapa detik bulu- bulu itu hilang entah kemana. Ketika manusia tersebut berniat kembali untuk menemukan dan membersihkannya, hal itupun menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan. Maka banyak tersakitilah hati- hati saudaranya karena ketajaman kata dari lidah yang tiada berdzikir.
Lisan adalah anak kandung hati. Lisan mengikuti hati. Hati yang keras adalah hati yang kosong dari berbagai nasehat yang baik, dan akan menjadi buta karenanya. Dan bila seseorang telah buta hatinya maka ia akan semakin jauh dari cahaya Illahi.
Begitulah gambaran jelas ketika kekerasan hati sudah terlanjur menancap dan akhirnya si manusia hanya menjadi budak dan bulan- bulanan nafsu, sedang setan sebagai pengemudinya. Naudzubillah...
Sabtu, 06 Agustus 2011

Tersenyum bersama cinta

Jikalau sekiranya kita mencintai seseorang dan tidak terbalas oleh cintanya, janganlah merasa tersisih, patah hati apalagi berniat pingin mati. Duh sudah gak zaman tuuuhhh...
Memang tiada salahnya juga kita mencintai seseorang, karena cinta tidak memilih untuk singgah di hati siapa pun, Cuma mungkin cinta kita kepadanya belum bisa diterima dihatinya.

Jikalau Sekiranya kamu dicintai oleh seseorang yang tidak kamu cintai, anggaplah ia satu penghormatan buat dirimu. Kembalikan penghormatan itu dengan cara yang Ikhlas dan jujur. Jangan ambil kesempatan dan janganlah melukai perasaannya. Setiap hati dan perasaan mengalami kepedihan dan kebahagiaan yang serupa sekalipun cara kita mengendalikannya berbeda.

Jikalau kita bercinta dengan seseorang yang begitu mencintai diri kita, dan tiba-tiba cinta itu memilih untuk pergi, tidak ada yang harus dipersalahkan. Relakanlah saja cinta itu pergi karena setiap kejadian pasti ada maksud yang tersembunyi dan kita baru akan menyadarinya apabila waktu sudah berganti.

Karena cinta itu sendiri akan memilih untuk singgah di hati siapa pun, kamu hanya perlu menerima kehadiran cinta dengan segala misteri di dalamnya apabila ia datang mengetuk pintu hatimu. Nikmatilah ia sebagaimana ia membuat hidupmu bahagia dan lebih bersemangat.

Cinta senantiasa dan selamanya akan menjadi misteri datang secara tiba-tiba dan pergi juga ngak pakai permisi. Karena itu Bersyukurlah karena ia pernah singgah di hatimu...

Kecintaanmu kepada sang kekasih akan membuatmu menderita, tetapi kecintaan sang kekasih kepadamu akan memanjakanmu itulah cinta, jikalau cinta sudah merasuk ke dalam hati apa saja akan dilakukannya karena siapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan menjadi hambanya.

Pada dasarnya kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi,akan tetapi kasih sayang Allah tiada kan menepi dan kasih sayang Allah janjinya sudah pasti.

Disaat kita merasakan bahwa diri kita bukan milik siapa-siapa kecuali hanya milik Allah semata, sehingga kita tidak pernah menyesali dengan sesuatu yang telah tiada, semua dari Allah dan akan kembali juga kepada pemiliknya

Pastikan diri kita masih memiliki rasa Cinta dan tersenyumlah bersamanya teman


Sumber : kotasantri

About Me

Foto Saya
N Azizah Widya
life must go on, tertawa menangis dan tersenyum
Lihat profil lengkapku

Páginas

Páginas vistas en total

Diberdayakan oleh Blogger.

Entradas populares

Pengikut

Blogger news

Sigueme en Twitter

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
graphics.net/pub/156/156882g82qpu0ale.gif" width=345 height=167 border=0>
glitter-graphics.com